Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Berperan Penting dalam KTT G-20

RI Berperan Penting dalam KTT G-20
Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Indonesia dinilai memiliki peran yang cukup penting dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kelompok negara ekonomi maju dan berkembang (G- 20) yang akan digelar di Toronto, Kanada, akhir bulan ini.

Ekonom Universitas Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko mengatakan, Indonesia dan negara berkembang lainnya saat ini memiliki peran penting dalam perekonomian dunia. Dengan demikian, Indonesia seharusnya memiliki sikap dan isu yang akan dibawa dalam forum KTT G-20 mendatang.

Dia menilai kondisi perekonomian global saat ini menunjukkan keterpurukan ekonomi negaranegara maju, khususnya di Eropa. Di sisi lain, negara berkembang, khususnya di Asia, memimpin proses pemulihan pascakrisis ekonomi global 2008 silam. “Dari sini jelas terlihat bahwa yang bisa menyelamatkan kondisi ekonomi dunia adalah negara berkembang. Negara maju memiliki kepentingan kuat dalam G-20,” kata Prasetyantoko dalam diskusi bertajuk “KTT G-20 dan Relevansinya bagi Perekonomian Indonesia” yang diselenggarakan International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) di Jakarta kemarin.

Kepentingan yang dimaksudkannya adalah negara maju akan meminta negara berkembang,khususnya yang memiliki perekonomian cukup baik, untuk tidak menutup jalur perdagangan mereka.

Prasetyantoko melihat salah satu upaya yang bisa menyelamatkan perekonomian negara maju adalah perdagangan karena kondisi keuangan mereka tengah kolaps. “Bukti kepentingan negara maju bisa dilihat dari keputusan saat pertemuan di Korea Selatan,yakni tidak mencabut stimulus.Kalau stimulus dicabut, maka akan terjadi resesi ekonomi lagi,” imbuhnya.

Prasetyantoko mengakui, keikutsertaan Indonesia dalam KTT G-20 memiliki dampak positif bagi perekonomian,yakni secara teknis potensi ekonomi Indonesia dinilai cukup baik. Selain itu,ikut serta dalam KTT G-20 membuka peluang bagi sektor investasi karena dengan begitu Indonesia secara tidak langsung sudah masuk dalam radar investasi luar negeri. Namun, dia menyayangkan investasi yang saat ini dilakukan masih sebatas investasi jangka pendek.

Posisi dan peran negara berkembang, termasuk Indonesia dalam forum KTT G-20 sangat strategis dan cukup penting.“Skema free trade makin di-support oleh negara maju. Maka Indonesia juga harus memiliki sikap dan suara yang tegas dalam forum tersebut,”harap Prasetyantoko.

Senada dengannya, Program Officer Institute for Global Justice (IGJ) Daeng Salamuddin mengatakan, forum G-20 yang diikuti oleh Pemerintah Indonesia dikhawatirkan akan menjadi forum yang akan membuka peluang Indonesia untuk berutang kepada negara lain atau lembaga multilateral lain seperti IMF dan Bank Dunia.

“Biasanya sistem yang dipakai adalah pemberian pinjaman untuk program yang akan dilaksanakan Indonesia, semisal climate change,” ungkap Daeng. Peran Indonesia dalam forum KTT G-20 sangat penting di mata negara maju. Daeng beralasan, secara tidak langsung pemerintah sudah mengungkapkan kesediaannya untuk membantu sekaligus menanggung beban krisis ekonomi negara maju.

“Caranya dengan penguatan lembaga multilateral, memperkuat investasi global, dan memperkuat instrumen perdagangan bebas,”ujarnya. Dia meminta agar pemerintah memiliki sikap dan tidak terbawa dalam arus dan permainan negara maju.Posisi dan peran negara berkembang yang cukup penting membuat Indonesia memiliki daya tawar yang cukup besar.“Dan harus hatihati agar tidak lagi berutang pada negara lain,” imbuhnya. (Wisnoe Moerti)

(Candra Setya Santoso)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement