Kok Saya Belum Tahu?"" />
JAKARTA - Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengaku belum mengetahui adanya kabar yang menyebutkan bahwa salah satu perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor konstruksi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ditunjuk untuk membangun gedung baru DPR.
"Wah, itu malah saya belum tahu. Tetapi kalau memang benar, saya malah belum mendapat informasinya," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/9/2010).
Sebelumnya, berhembus kabar yang menyatakan biaya pembuatan gedung baru DPR mencapai Rp1,8 triliun. Pembuatan gedung baru anggota dewan tersebut dikarenakan gedung yang selama ini dipakai dianggap tidak dapat lagi memenuhi kapasitas untuk jumlah staf ahli dan 560 anggota DPR saat ini.
Beberapa titik di gedung tersebut juga sudah retak akibat gempa Jabar beberapa waktu lalu Rencananya gedung baru ini akan berlantai 36 lantai.
Sebelumnya, pembangunan Gedung DPR menuai kontroversi. Karena adanya kabar gedung baru tersebut dilengkapi dengan spa dan kolam renang. Sejumlah pihak menilai pembangunan spa dan kolam renang tersebut tidak semestinya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.