Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IPO, BRM Klaim Kelebihan Permintaan Hingga 5 Kali

Widi Agustian , Jurnalis-Kamis, 18 November 2010 |19:01 WIB
IPO, BRM Klaim Kelebihan Permintaan Hingga 5 Kali
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - PT Bumi Resources Minerals (BRM) mengklaim telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lima kali dalam rangka penawaran saham perdananya (initial public offering/IPO).

"Pemesanan saham dalan transaksi IPO BRM ini telah mengalami kelebihan permintaan sebesar lima kali," jelas Direktur Eksekutif PT Danatama Makmur Vicky Ganda Saputra yang merupakan salah satu penjamin emisi efek transaksi IPO BRM dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (18/11/2010).

Dia melanjutkan, minat para calon investors dalam transaksi IPO BRM sangat positif berdasarkan acara paparan publik di pasar domestik dan roadshow internasional yang telah diselesaikan dalam dua minggu terakhir.

"Kami baru saja menyelesaikan roadshow internasional dari tanggal 9 sampai dengan 15 November 2010. Minat dan tanggapan dari para investor asing yang kami temui sangat positif," tambah Direktur Utama BRM Ken Farrell.

Sementara harga saham BRM dalam transaksi IPO juga telah ditentukan di level Rp635 per lembar saham. Dengan estimasi jumlah saham yang diterbitkan sebesar 3,15 miliar lembar dalam transaksi IPO ini, perseroan bakal mendapatkan dana segar sebesar Rp2 triliun atau setara USD232 juta.

Sebelumnya, BRM melakukan perjalanan internasional roadshow ke Singapura, Hongkong, dan London pada 9-15 November 2010. Perjalanan internasional roadshow dan pertemuan dengan para internasional investor ini di fasilitasi oleh para Penjamin Pelaksana Emisi Efek, PT Danatama Makmur dan PT Nomura Indonesia, dan para International Selling Agents, Credit Suisse, JP Morgan, Nomura International.

Dana hasil IPO ini akan digunakan Perusahaan untuk membiayai kebutuhan belanja modal dan modal kerja dari anak-anak perusahaannya termasuk pelunasan atas pinjaman sementara yang sebelumnya juga digunakan untuk membiayai modal kerja dan belanja modal anak-anak perusahaan, Dairi Prima Minerals (seng, timah hitam), Mauritania (bijih besi), Gorontalo Minerals (tembaga, emas), Citra Palu Minerals (emas), dan Liberia (permata). Selain anak-anak perusahaan tersebut, BRM juga secara efektif memiliki 18 persen kepemilikan di PT Newmont Nusa Tenggara (tembaga, emas).

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement