JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengajukan penambahan anggaran senilai Rp550 miliar dalam APBN-P 2011 guna mendukung survei penduduk miskin di Indonesia.
Kepala BPS Rusman Heriawan menuturkan tambahan pagu belanja sebesar Rp550 miliar ini sudah diajukan dalam APBN-P 2011 ke Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).
"BPS memerlukan tambahan pagu anggaran Rp550 miliar dan sudah masuk pada 2 Februari lalu," jelas Rusman, di ruang rapat komisi XI Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2011).
Rusman optimistis dana tersebut nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik. Pasalnya pada tahun ini BPS telah berhasil melakukan optimalisasi pengadaan barang dan jasa sebesar Rp26 miliar.
"Kami mendapat reward Rp2,6 miliar dari situ (optimalisasi). Dimanfaatkan untuk kegiatan prioritas 2011 untuk menampung kekurangan biaya operasional," tutur dia.
Adapun detail dari alokasi tambahan dana tersebut adalah:
1. Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya (DMPTTL) BPS Rp97,7 miliar.
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur (PSPA) BPS berupa perencanaan gedung kantor, perlengkapan kantor dan pengadaan kendaraan operasional 13 Kantor sebesar Rp182,3 miliar.
3. Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik (PPIS) Rp270 miliar.
(Andina Meryani)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.