Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Beralih dari Konvensional, RI Butuh Bank 'Hijau'

Idris Rusadi Putra , Jurnalis-Selasa, 12 Juli 2011 |11:01 WIB
Beralih dari Konvensional, RI Butuh Bank 'Hijau'
Ilustrasi Foto Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Pasar internasional menuntut peralihan dunia perbankan dari bisnis konvensional menuju "Green Banking".

Direktur Eksekutif Yayasan Kehati MS Sembiring menjelaskan dengan bank "hijau" ini, pada akhirnya efisiensi biaya operasional perusahaan, keunggulan kompetitif, corporate identity, dan brand image yang kuat serta bisnis yang seimbang.

Hal ini diperlukan karena perbankan adalah jantung perekonomian sebuah negara. Menurut Sembiring, salah satu cara untuk merawat perbankan nasional adalah dengan menerapkan Green Banking.

"Green Banking merupakan sebuah strategi bisnis jangka panjang yang selain bertujuan profit juga mencetak benefit kepada pemberdayaan dan pelestarian lingkungan," ungkap Sembiring dalam Seminar 'Strategi Menuju Green Banking', di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (12/7/2011).

Lanjutnya, panduan dasar yang dimiliki perbankan internasional untuk menerapkan Green Banking adalah The Equator Principle. Ini dijelaskan Sembiring sebagai sejumlah komitmen untuk menentukan, menilai, dan mengelola risiko sosial serta lingkungan dalam pembiayaan proyek dan bersifat sukarela.

Sedangkan panduan dasar di perbankan nasional untuk menerapkan Green Banking adalah sejak ditandatanganinya kesepakatan bersama mengenai koordinasi peningkatan perbankan dalam rangka perlindungan dan pengelola lingkungan hidup dengan Kementerian lingkungan hidup. "Bank Indonesia sedang menyusun kerangka kebijakan Green Banking ini," tambahnya.

(Andina Meryani)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement