BEI : Porsi Investor Ritel dan Individu 5-10 %

Idris Rusadi Putra - Okezone
Sabtu, 10 Desember 2011 11:40 wib
Ilustrasi.
Ilustrasi.
CISARUA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan penjatahan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) untuk investor ritel atau individu idealnya berada kisaran 5-10 persen.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito mengatakan, nilai tersebut cukup untuk investor dalam menikmati keuntungan dari pembelian saham IPO.

"Namun itu bukan parameter mati karena melihat kondisi pasar bergerak cepat," ungkap Eddy ketika ketika ditemui di acara Workshop Wartawan di Cisarua, Bogor, Sabtu (9/12/2011) malam.

Walaupun demikian dia menjelaskan, harus ada tolak ukur atau benchmark dalam penetapan ini kedepan, misalnya berapa besaran saham yang dilepas pada saat IPO. Hal ini untuk menghindari resiko terjadinya penyerapan yang kurang maksimal dari IPO tersebut. "Jadi harus ada tolak ukur,  besaran saham yang di lepas dalam IPO tersebut," imbuhnya.

Dia mencontohkan, negara Hongkong misalnya yang memberikan jatah ritel dalam IPO sebesar 10 persen. "Bursa di sana memiliki kewenangan. Kalau over subscribed di atas 15 kali maka porsi bisa dinaikan lagi. Namun mereka mulai dari lima persen saja," tandasnya.

Seperti diketahui, saat ini BEI bersama Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) berupaya memperbesar peran investor ritel dalam IPO lewat peraturan di 2012.

Saat ini BEI lihat peran investor ritel dalam IPO sangat minim dan rata-rata calon emiten hanya memberi jatah 3-5 persen dari total saham publik, kepada investor ritel. (nia) (rhs)
TWITTER »
twit