Logo Freeport
JAKARTA - Akhirnya pekerja dan manajemen PT Freeport Indonesia mencapai kesepakatan soal hitungan gaji. Alhasil, pekerja pun menghentikan aksi demo dan mogok kerjanya.
Untuk mencapai kesepakatan ini ternyata bukanlah hal yang mudah. CEO Freeport McMoRan Copper & Gold, Richard Adkerson, yang merupakan induk usaha Freeport Indonesia asal Amerika Serikat (AS) telah di Jakarta dalam beberapa pekan terakhir untuk membantu negosiasi dengan serikat pekerja.
Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (14/12/2011), Freeport mengungkapkan, kerugian yang harus ditanggung perusahaan itu dua miliar poundsterling dari terhentinya produksi tembaga dan tiga ribu ounce emas per hari.
Di sisi lain, aksi mogok karyawan Freeport Indonesia ini telah membantu harga tembaga menguat. Yang awalnya muncul tekanan dari kekhawatiran permintaan global yang lemah, sehingga kembalinya operasi perseroan berpengaruh negatif di harga tembaga ini. Harga tembaga di London turun 0,9 persen pada Rabu.
Pada Oktober lalu, perseroan telah mengumumkan force majeure pada ekspor dari tambangnya, Grasberg, yang membebaskannya dari kewajiban kontrak. Bahkan setelah kembali pekerja, produksi perseroan diproyeksi belum akan normal dalam beberapa waktu ke depan.
Pasalnya, perusahaan perlu memperbaiki pipa untuk mengirim konsentrat tambang ke pelabuhan yang sebelumnya telah disabotase. (wdi)