JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan tingkat optimisme konsumen lebih rendah di triwulan IV-2011 lebih rendah jika dibandingkan triwulan III-2011.
Hal tersebut terlihat dari nilai indeks tendensi konsumen (ITK) pada triwulan-IV 2011 sebesar 108,44. Sedangkan pada triwulan sebelumnya nilai ITK sebesa 110,24.
"Jika melihat angka tersebut kondisi ekonomi konsumen masih dikatakan membaik karena jika nilai ITK masih di atas 100 menunjukkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan lebih baik (meningkat) dibandingkan triwulan sebelum," ungkap Plt BPS Suryamin kala ditemui ketika konferensi pers, di Gedung BPS, Jakarta, Senin (6/2/2012).
Menurutnya, membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga, rendahnya pengaruh inflasi terhadap konsumsi makanan sehari-hari dan peningkatan konsumsi beberapa komiditi makan dan bukan makan.
Perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional, terjadi karena ada peningkatan ekonomi konsumen di semua provinsi (33 provinsi) di mana 13 provinsi di antaranya (39,39 persen) memiliki indeks di atas nasional. Provinsi yang memiliki ITK tertinggi adalah provinsi Sulawesi Utara (nilai ITK sebesar 113,07). Sebaliknya Aceh tercatat memiliki nilai ITK terendah yaitu 105,34.
Di sisi lain, BPS memproyeksikan pada triwulan I-2012 nilai ITK nasional sebesar 108,08. Artinya kondisi ekonomi konsumen akan membaik. Tingkat optimisme konsumen diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2011 (nilai ITK sebesar 108,44).
Perkirakan membaiknya kondisi ekonomi terjadi disemua provinsi di Indonesia (33 provinsi), di mana 16 provinsi di antaranya (48,48 persen) diperkirakan memliki nilai indeks diatas nasional. Provinsi yang memiliki perkiraan nilai ITK tertinggi adalah Sulawesi selatan (nilai ITK 112) dan terendah di Bengkulu (nilai ITK 104,46). (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.