SOLO - Sudah seminggu ini harga ayam di Solo dan sekitarnya mulai merangkak naik. Kenaikan itu terjadi baik pada ayam potong, ayam kampung, maupun ayam bekas petelur.
Harga ayam potong yang biasanya Rp22 ribu per kilogram (kg), dalam seminggu ini mengalami kenaikan antara Rp2.000 hingga Rp4.000 per kg. Ayam kampung dengan berbagai ukuran naik antara Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per ekor. Sedang harga ayam bekas petelur naik sekira Rp5.000 per ekor.
"Ayam potong sedikit naik dalam seminggu ini. Sekarang Rp24 ribu per kg. Ya, karena dari peternak memang sudah naik," ungkap Hadi, pedagang ayam di Pasar Ayam Semanggi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (19/2/2012).
Kenaikan harga ayam potong, menurut bu Hadi, berdasar informasi yang ia dapat dari peternak yang memasok ayam potong karena harga pakan naik. Selain itu, bibit ayamnya juga naik. “Kalaupun harga naik, wajar," ujarnya.
Di tempat terpisah, Tono, pedagang ayam kampung dan bekas petelur di Pasar Jongke Solo mengatakan bahwa harga ayam kampung sekarang ini untuk ukuran kecil Rp35 ribu per ekor, sebelumnya Rp25 ribu per ekor. Untuk ukuran sedang sekarang ini antara Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per ekor. Sebelumnya sekira Rp40 ribu per ekor.
“Sudah sekira tiga hari ini naik. Padahal sebelumnya sempat turun," ungkapnya.
Demikian halnya harga ayam bekas petelur, menurut Tono, juga naik. Biasanya cuma Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per ekor. Sekarang naik menjadi Rp40 ribu per ekor.
Hal senada juga diungkapkan bu Sri, pedagang ayam bekas petelur di kawasan Pasar Kartasura, Sukoharjo. “Sudah seminggu ini harga ayam bekas petelur Rp40 ribu per ekor. Mungkin harga telur naik, ayam bekas petelur ditahan tidak dikeluarkan dari kandang. Mungkin masih diharapkan bertelur, meski usianya sudah apkir," terangnya.
Menurut bu Sri, biasanya daging ayam bekas petelur digunakan untuk daging pada penjual mie ayam, ayam bakar dan sebagainya. Dagingnya empuk tetapi berasa ayam kampung.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.