Wacana Kenaikan Harga BBM Masih Tekan IHSG

Yuni Astutik - Okezone
Senin, 27 Februari 2012 07:36 wib
Ilustrasi. (Foto: okezone)
Ilustrasi. (Foto: okezone)
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak flat pada awal pekan ini usai menurun tajam pada Jumat lalu.

"IHSG cenderung flat bergerak di kisaran support 3.800-3.875. Sedangkan ressistence 3.925-3.985," ungkap analis pasar modal Reza Primbada saat dihubungi okezone di Jakarta, Senin (27/2/2012).

Pada penutupan Jumat lalu IHSG memang anjlok lantaran kabar dalam negeri mengenai rencana kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Isu itu muncul bersamaan dengan lonjakan harga minyak dunia yang mencapai USD122 per barel. Kemudian ditengah itu pula, Bank Indonesia (BI) membuat simulasi mengenai berapa kenaikan serta dampaknya dengan inflasi.

"Isu ini membuat pelaku pasar khawatir," akunya.

Meskipun kabar eksternal minggu lalu positif, apalagi disetujuinya bailout Yunani sebesar 130 miliar euro, namun saham Asia dan Eropa yang positif belum mampu diikuti oleh IHSG. "Sentimen itu tidak berpengaruh bagus," tandasnya.

Berikut ini prediksi perdagangan saham dari sejumlah sekuritas.

HD Capital
Koreksi akibat faktor pelemahan rupiah serta outlook inflasi yang lebih tinggi akibat recana kenaikan BBM di April yang membuat IHSG menjadi satu-satunya negara di dunia yang minus dua persen terlihat berlebihan. Bersiaplah untuk terjadinya technical rebound kembali di atas 3.900. Buy: BMRI, ADRO, ASRI, ASII. Support: 3.850-3.800-3.700. Resistance: 3.950-4.020-4.125.

Panin Sekuritas
Penutupan perdagangan pekan lalu IHSG secara konsisten berada dalam tekanan jual. Sentimen negatif dari rencana kenaikan harga BBM serta kekhawatiran akan inflasi tinggi menjadi katalis negatif bagi IHSG. Bursa regional sendiri sebagian besar bergerak menguat menyusul data makro ekonomi dari Amerika Serikat, seperti penjualan rumah dan tenaga kerja, yang di atas ekspektasi.

Mengawali pekan ini, kami melihat tekanan jual mulai sedikit mereda. Meski demikian, ketidakpastian waktu dan besaran kenaikan harga BBM bersubsidi akan terus menjadi sentimen negatif yang membayangi pergerakan indeks. Investor asing memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan penyesuaian terhadap portofolio mereka. Dari sisi Price Earning Ratio (PE), IHSG termasuk tertinggi dibandingkan bursa Asia yang lain. Dari sisi teknikal, kami perkirakan indeks akan bergerak pada kisaran 3.832-3.930. (wdi)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit