PEKANBARU - Pada Mei 2012, nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Riau sebesar 104,75 atau turun 0,60 persen di banding NTP April 2012 yang mencapai 105,38.
Penurunan ini disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,48 persen sedangkan indeks harga yang di bayarkan petani mengalami kenaikan sebesar 0,12 persen.
Nilai tukar petani tanaman pangan (NTPP) tercatat sebesar 114,25, nilai tukar petani hortikultura (NTPH) 118,09, nilai tukar petani tanaman perkebunan rakyat (NTPR) 101,12, nilai tukar petani peternakan (NTPPT) 101,12 dan nilai tukar petani nelayan (NTPN) 89,81.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau. Menurut dia komoditas yang memberikan andil besar dalam penurunan indeks harga yang diterima petani terjadi kepada subsektor tanaman perkebunan rakyat.
"Terutama diakibatkan turunnya harga karet dengan andil sebesar 1,24 persen, dan kelapa sawit sebesar 0,40 persen," kata Kepala BPS Riau Wamardy Arsyd kepada Okezone, Jumat (8/6/2012).
Sementara kenaikan indeks harga yang dibayar petani tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang disebabkan oleh naiknya harga barang-barang konsumsi rumah tangga seperti minyak tanah dengan andil sebesar 0,11 persen, ikan tenggiri sebesar 0,10 persen, udang sebesar 0,07 persen, kentang sebesar 0,06 persen, serta rokok kretek, ikan kembung, bawang merah, dan ikan selar masing-masing sebesar 0,13 persen.
Pada Mei 2012, lanjutnya, terjadi inflasi di daerah pedesaan di Riau sebesar 0,13 persen. inflasi ini terjadi karena kenaikan indeks kepada harga pada kelompok pengeluaran konsumsi rumah tangga.
"Yaitu terjadi pada kelompok perumahan besar 0,86 persen, kelompok makanan jadi rokok, dan tembakau sebesar 0,45 persen, kelompok sandang sebesar 0,29 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,02 persen. Sedangkan dua kelompok lagi mengalami penurunan yaitu kelompok transportasi dan komunikasi sebesar 0,27 persen, dan kelompok bahan makanan sebesar 0,13 persen," tukasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.