JAKARTA - Perekonomian global yang sedang tidak menentu memaksa pemerintah untuk mengandalkan pasar dalam negeri. Untuk itu, kepercayaan pasar domestik Indonesia harus dijaga.
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawaty mengatkaan di situasi krisis saat ini, pasar negara lain tidak bisa diandalkan sebagai target utama transaksi keuangan. Pasalnya pasar luar negeri juga terimbas dari krisis keuangan tersebut.
"Ekonomi kita tumbuh baik, fiskal baik. Jadi dampak ke kita tidak terlalu besar. Namun, market confidence harus dijaga," ungkapkan dia kala ditemui dalam acara Konferensi Internasional Pasar Modal Syariah tahun 2012, di Hotel Borobudur, Jakarta, selasa (19/6/2012).
Anny melanjutkan, tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan dalam menghadapi fluktuasi pasar kali ini. Menurutnya, koordinasi antar otoritas fiskal dan moneter Indonesia sangat diperlukan dalam kondisi apapun. "Kalau tidak ada krisis juga harus berjalan. Kita monitor indikator itu mulai dari fiskal, pengelolaan utang, moneter dan berbagai hal lainnya," jelas dia.
Selain itu, guna mengantisipasi krisis, pemerintah telah menyesuaikannya dalam APBN tahun ini. Perubahan yang dilakukan seperti penambahan anggaran Infrastruktur, belanja modal dan mengurangi belanja non operasional, yang dilakukan sebagai upaya pemerintah meredam dampak dari krisis yang terjadi. "Ini harus kita pastikan terdisburst untuk jaga bila terjadi penurunan pada empat pilar economic growth," tuturnya.
Anny menambahkan, pemerintah juga telah memiliki crisis managemen protocol (CMP) yang dapat diandalkan sebagai peringatan dini. Sehingga ketika krisis sudah semakin parah, pemerintah telah memiliki langkah antisipasi. "Kalau ada tanda-tanda kuning (CMP). Kita tidak boleh lengah, karena sudah borderles terutama capital outflow di capital market," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.