JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) optimistis hingga akhir tahun mampu mengantongi penjualan kendaraan bermotor hingga Rp44 triliun. Direktur Astra Gunawan Genius Saharjo mengaku hingga semester I-2012, penjualan kendaraan bermotor sudah mencapai Rp20 triliun-Rp24 triliun.
"Sampai akhir tahun ini optimistis peningkatannya bisa dua kali lipat," katanya saat ditemui usai buka bersama, di Hotel Mandarin, Jakarta, Selasa (24/7/2012) malam.
Dia mengaku jika pemberlakukan down payment atau uang muka kredit kendaraan bermotor yang mulai berlaku Juni lau tidak akan mempengaruhi penjualan kendaraan bermotor di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan kendaraan bermotor di Indonesia saat ini sudah menjadi kebutuhan primer.
"Pemberlakuan DP itu tidaqk terlalu berpengaruh, karena masyarakat kita beli kendaraan karena butuh untuk mobilitas," katanya lagi.
Sebagai diketahui, Kementrian Keuangan resmi mengeluarkan peraturan baru tentang down payment (uang muka) untuk pembiayaan kendaraan bermotor pada pertengahan Juni lalu. Aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 43 itu bakal mengatur ketentuan uang muka yang harus disetorkan konsumen untuk bisa memiliki kendaraan, baik mobil maupun motor.
Bagi kendaraan roda dua, uang muka yang wajib disetorkan paling rendah 20 persen dari harga jual kendaraan. Sedangkan, untuk mobil produktif (dengan tujuan usaha) dan nonproduktif (pribadi), uang muka yang wajib disetor paling rendah 20 persen dan 25 persen dari harga jual kendaraan roda empat tersebut.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.