JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada April 2013 mencapai USD14,70 miliar. Angka ini mengalami penurunan 2,18 persen dibandingkan Maret 2013.
"Penurunan ekspor April 2013 disebabkan oleh penurunan ekspor migas sebesar 18,37 persen, dari USD2,93 miliar menjadi USD2,39 miliar," ujar Kepala BPS Suryamin, di kantornya, Jakarta, Senin (3/6/2013).
"Penurunan ekspor migas disebabkan oleh menurunnya minyak mentah sebesar 21,94 persen, dan ekspor hasil minyak sebesar 20,47 persen, demikian pula ekspor gas menurun 15,92 persen," ujar Suryamin.
Suryamin menambahkan, volume ekspor migas April 2013 menurun apalagi untuk minyak mentah dan gas turun masing-masing 23,22 persen dan 10,30 persen. Sementara hasil minyak naik 21,65 persen.
"Kemudian harga minyak mentah pun turun dari USD107,42 per barel pada Maret 2013 menjadi USD104,19 per barel pada April 2013," ujar Suryamin.
Sedangkan untuk ekspor nonmigas, lanjut suryamin, terjadi kenaikan sebesar 1,74 persen dari USD12,1 miliar menjadi USD12,31 miliar.
Selain itu, Direktur Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan untuk volume-volume impor masih ada beberapa yang meningkat. Akan tetapi harganya mengalami penurunan.
"(Komoditas utama CPO) menurun harga sekira 17 persen dibandingkan Januari-April 2012, kalau volume naik 10 persen, tapi nilainya turun tujuh persen, jadi total penurunan harganya 17 persen," ujar Sasmito.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.