Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjuangan untuk CPO Bakal Berlanjut di APEC

Iwan Supriyatna , Jurnalis-Senin, 26 Agustus 2013 |10:24 WIB
Perjuangan untuk CPO Bakal Berlanjut di APEC
ilustrasi: (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Produk olahan Indonesia, Crude Palm Oil (CPO) masih mendapat tantangan dari sisi lingkungan dan sosial. Tentangan tersebut kerap dimunculkan oleh negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengungkapkan, pemerintah Indonesia berusaha menjadikan CPO sebagai produk ramah lingkungan, sayangnya hal ini belum berhasil diterapkan dalam agenda APEC yang lalu.

Menurutnya, dalam berbagai kesempatan, pemerintah Indonesia terus menempuh berbagai cara untuk mendukung industri kelapa sawit, salah satunya adalah dengan terus mengupayakan agar CPO bisa diterima di pasar Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Selain itu, pemerintah Indonesia telah berhasil memasukkan isu mengenai produk kelapa sawit menjadi agenda pembahasan utama dalam KTT APEC Oktober 2013 mendatang di Bali.

Khusus mengenai pasar AS, Bayu menambahkan tinggal menunggu keputusan dari Badan Perlindungan Lingkungan (EPA). Bulan lalu, lembaga pemerhati lingkungan dari Amerika Serikat itu telah selesai memeriksa lahan sawit di Sumatera dan Kalimantan.

"Jadi kita tinggal menunggu hasilnya," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (26/8/2013).

Bayu optimistis, Usaha pemerintah Indonesia akan membuahkan hasil. Pasalnya, alasan produk kelapa sawit tidak ramah lingkungan sangat tidak masuk akal. Menurut Bayu, "Hasil penelitian dan argumen positif tentang kelapa sawit, terus kita sampaikan kepada stakeholder negara-negara Uni Eropa dan AS," tuturnya. (wan)

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement