Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kadin Dukung Pemerintah Perjuangkan CPO RI

Iwan Supriyatna , Jurnalis-Senin, 26 Agustus 2013 |10:26 WIB
Kadin Dukung Pemerintah Perjuangkan CPO RI
Logo Kadin
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah telah mendaftarkan sawit sebagai produk ramah lingkungan di kancah global. Langkah pemerintah ini, didukung pula oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Wakil Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kadin, Harry Hanawi, mengatakan bahwa Kadin terus memberikan masukan kepada pemerintah tentang argumen-argumen positif tanaman kelapa sawit.

Salah satunya, pada APEC Oktober 2013 mendatang, Harry menyatakan bahwa Kadin akan mendampingi delegasi Pemerintah untuk bersama-sama memperjuangkan produk kelapa sawit agar masuk ke dalam daftar produk ramah lingkungan.

Menurut Harry, sebelumnya Kadin juga telah membentuk tim yang beranggotakan para pengusaha dan asosiasi terkait yang bertugas memberikan masukan sebagai argumen positif kepada Pemerintah Indonesia dan kalangan pelaku usaha di negara-negara barat. Masukan itu antara lain berupa hasil penelitian dan hasil survei, yang merekomendasikan bahwa tanaman kelapa sawit di Indonesia ramah terhadap lingkungan.

Selain itu, perlu dipertimbangkan oleh negara-negara barat bahwa perkebunan kelapa sawit juga menjadi lahan pendapatan bagi hajat hidup orang banyak, terutama para petani plasma sawit.

"Nah, ini jelas menyangkut hajat hidup orang banyak," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (26/8/2013).

Hal senada dinyatakan oleh Ketua Bidang Sustainability, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Daud Dharsono. Menurutnya, penerapan aspek-aspek berkelanjutan dalam operasional perkebunan telah diterapkan dan sedang dikembangkan oleh anggota GAPKI untuk membuktikan bahwa produk CPO dihasilkan dari sistem pengelolaan berkelanjutan.

Para pelaku usaha industri kelapa sawit pun kerap melakukan diskusi dan mencari solusi terkait dengan penerapan prinsip keberlanjutan. Salah satu forum untuk berdiskusi dan mencari solusi tersebut adalah International Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE).

Konferensi ini adalah sarana para pengusaha industri kelapa sawit, pemerintah Indonesia, LSM pemerhati lingkungan dan sosial, juga para peneliti untuk berbagi pengalaman, mencari solusi, dan juga sumber daya untuk mengatasi isu-isu terkait lingkungan dan sosial. Forum dua tahunan ini, akan dilaksanakan di Bali pada Februari 2014 untuk ke-4 kalinya.

Upaya untuk membuktikan CPO merupakan produk yang ramah lingkungan masih membutuhkan kerja keras. Hal ini memerlukan komitmen dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. (wan)

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement