JAKARTA – Ibu Kota Indonesia sedang berbenah. Salah satunya dengan dilanjutkannya pembangunan jalur mass rapid transit (MRT).
Pembangunan jalur ini banyak menuai komentar, baik itu yang bernada positif maupun negatif. Salah satu komentar juga datang dari Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santosa.
Dia menginginkan pembangunan MRT bisa kian mengembangkan berbagai sektor, salah satunya ritel. Hal itu seperti yang sudah dicontohkan oleh Singapura.
"Seperti di Singapura contohnya. Antara satu mal dengan mal yang lain itu punya shuttle bus. Sehingga memudahkan masyarakat juga untuk berbelanja," kata Handaka yang juga CEO Senayan City kepada Okezone, Selasa (22/10/2013).
Selain itu, yang juga tak kalah penting adalah jangan sampai pembangunan MRT menambah masalah baru. Khususnya, kemacetan yang sudah sejak lama menjadi masalah utama Ibu Kota.
"Harapan saya, kenapa pembangunan MRT ini tidak disinergikan dengan pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta? Tentunya ini akan mengurangi kemacetan nantinya," jelasnya lagi.
Sebagai informasi, MRT Jakarta akan membentang dari Lebak Bulus sampai Bundaran HI dengan jalur sepanjang 16 kilometer. Pembangunan MRT akan dibagi menjadi dua, yakni Lebak Bulus-Sisingamangaraja menggunakan jalur layang (elevated), sedangkan Sisingamangaraja-Bundaran HI menggunakan jalur bawah tanah (underground).
(Yuni Astutik)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.