Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sambal RI Masuk Jaringan Supermarket di Amerika

Rizkie Fauzian , Jurnalis-Senin, 23 Juni 2014 |13:57 WIB
  Sambal RI Masuk Jaringan Supermarket di Amerika
Sambal RI Masuk Jaringan Supermarket di Amerika (Ilustrasi: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Salah satu  perusahaan  milik  diaspora  Indonesia di wilayah Washington D.C., “Three noa”  berhasil masuk jaringan supermarket “The Whole Foods  Market” di Amerika Serikat (AS).

“Ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Indonesia, karena  jaringan Whole Foods Market adalah supermarket butik yang populer dengan produk yang dipasarkan yang bersifat unik, khas, pro-lokal, organik, dan  berkualitas tinggi sehingga  harganya pun biasanya lebih tinggi dari supermarket lain,” kata Atase Perdagangan RI di Washington,D.C., AS, Ni Made Ayu Marthini seperti dilansir Setkab, Senin (23/6/2014).

Supermarket  Whole Foods  ini merupakan supermarket pertama  yang menjual empat  produk  sambal Three Anoa milik Agus Wong dan Athoni Munaba. Menurut pihak pemasaran Whole Foods, mereka sangat bangga menjadi lokasi pertama yang menjual sambal Indonesia yang khas dan  terlebih  dapat  dipadukan  dengan  berbagai bahan  yang mudah  di dapat di AS dengan tetap mempertahankan cita rasa Indonesia.

“Pada saat peluncuran, pengunjung Whole Foods dapat mencoba cita rasa sambal Three Anoa, yaitu  bumbu  Bali yang  dimasak  dengan  swordfish dan ikan  salmon, sambal mangga  untuk dibuat  salad  daun  kale, bumbu  rujak  dipadu dengan daging, dan lado Sumatra untuk ayam,” kata Agus Wong salah satu pemilik Three Anoa.

Pada peluncuran ini, Dubes RI untuk AS, Budi Bowoleksono serta masyarakat di wilayah Washington, D.C. juga diundang. Pihak  Whole Foods ingin menjadikan malam peluncuran  ini sebagai ajang perayaan  Indonesia. Oleh karena itu, beberapa  diaspora Indonesia turut mendukung acara peluncuran dengan menampilkan pertunjukan hiburan musik oleh kelompok musik Pesona Irama serta angklung interaktif oleh House of Angklung. Acara peluncuran ini juga dimanfaatkan  oleh  Atase Perdagangan Washington, D.C. untuk  mempromosikan  Trade Expo Indonesia ke-29 yang akan diselenggarakan pada 8-12 Oktober 2014 di Jakarta.

Saat  ini tercatat sekira 200.000 diaspora  Indonesia yang bermukim di AS dan itu merupakan aset  yang cukup besar yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan  konsumsi dan distribusi produk  Indonesia. Diaspora merupakan salah satu  instrumen penting untuk meningkatkan ekspor produk Indonesia. Oleh karena itu, Atase Perdagangan RI di Washington, D.C. memiliki program  business incubator  untuk mendorong kewirausahaan diaspora Indonesia yang khususnya bertujuan untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke AS.

Kantor Atdag KBRI Washington, D.C. mengamati bahwa produk makanan merupakan pilihan tepat, karena masyarakat AS saat ini sangat ingin mencoba-coba jenis masakan baru.

Menurut data Specialty Foods Association of America, konsumen AS mulai beralih  dari makanan  Asia yang telah mapan seperti Jepang, Thailand, dan Vietnam ke makanan etnik baru lainnya. Oleh karena itu, makanan Indonesia serta produknya, terutama yang khas akan dicari dan laku.

“Di AS ternyata sambal semakin populer dan semakin banyak konsumen yang suka bereksperimen mencoba  hal  baru  dan  mencoba  sambal hingga  yang  paling  pedas. Peluang  ini harus dimanfaatkan  dengan  baik  karena  sambal adalah  pasar yang  menguntungkan, apalagi tidak banyak  negara yang memiliki budaya mengkonsumsi sambal. Terlebih lagi, kata sambal telah masuk dalam kamus resmi bahasa Inggris Merriam Webster,” tegas Made Marthini.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement