Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki mengatakan, selain meminta laporan terkini kepada Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tentang El Nino serta dampaknya secara nasional, Presiden juga meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk betul-betul mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Indonesia.
Dalam catatan Presiden Jokowi, setidaknya ada 10 wilayah yang menjadi langganan kebakaran hutan yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimatan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
"Presiden meminta kalau ada titik api yang kecil, harus segera dipadamkan. Tidak boleh menunggu api membesar yang bisa mengakibatkan bencana," kata dia usai rapat terbatas tentang dampak El Nino pada kekeringan dan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (31/7/2015).
Presiden juga meminta untuk menangkap dan mengadili pelaku yang sengaja membakar lahan atau hutan, karena 99 persen kasus kebakaran hutan dan lahan merupakan hasil perbuatan manusia. "Presiden tidak ingin mendengar tahun depan ada kebakaran hutan/lahan lagi," tegasnya.
Presiden juga memerintahkan Menteri Koordinator Perekonomian melakukan langkah-langkah penyelamatan maksimal yang bisa dilakukan pemerintah terhadap petani yang mengalami gagal panen atau gagal tanam akibat musim kemarau berkepanjangan.
Perintah yang sama juga diberikan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP). Meskipun pada beberapa kasus El Nino berdampak positif karena mendatangkan panen ikan berlimpah, tapi dampak angin kencang juga bisa merugikan nelayan karena mereka tak bisa melaut.