Analis dari BNI Securities, Thendra Crisnanda, mengatakan salah satu keuntungan yang bisa diperoleh Indonesia dari sisi investasi. Dengan masih banyaknya investor asal China yang berinvestasi di Indonesia, tentu akan memudahkan investor jika menggunakan yuan.
"Sebenarnya efek dari yuan ini juga bisa memberikan dampak positif bagi investasi. Kita tahu investor paling besar di Indonesia itu dari China," tutur Thendra dalam program Market Now di IBCM Channel, Selasa (11/8/2015).
Selain itu, yuan juga bisa memberikan alternatif bagi transaksi bisnis selain dolar AS, euro dan poundsterling. Hal itu juga bisa mengurangi permintaan akan dolar AS.
"Kita lihat data secara historis yuan terus menguat. Artinya mata uang kita relatif melemah terhadap yuan. Kalau pun ada pergantian dengan penggunaan yuan bisa mendorong adanya alternatif transaksi keuangan yang ada di Indonesia," pungkasnya.
Namun, Analis KDB Daewoo Indonesia, Maxi Liesyaputra, menilai penggunaan yuan tidak bisa serta-merta langsung menggantikan dolar AS dalam transaksi bisnis. Terlebih transaksi bisnis yang sudah terjalin.
"Mungkin kontrak seperti pembelian pesawat kita masih menggunakan dolar dan euro. Mungkin akan stay di situ kalau diubah ke yuan mungkin prosesnya panjang. Jadi mungkin cocok untuk kontrak-kontrak baru itu bisa menjadi pilihan," ucap Maxi.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.