"Taiwan akan membawa industrinya untuk di relokasi ke sini, terutama industri spare part, komponen, permesinan. Mereka juga menyampaikan akan membuat industri baja," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilamate) I Gusti Putu Suryawirawan di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (31/8/2015).
Menurut Putu, kurs yang tidak stabil dalam membuat investasi langsung ke Indonesia menjadi pilihan yang terbaik. "Mereka baru menjajaki industri terkait baja. Tadi sifatnya, masih penjajakan," ujarnya.
Putu menambahkan, investasi Taiwan ini akan terealisasi, lantaran besok China Steel akan melakukan MoU dengan PT Artha Metal Sinergi (AMS), terkait industri baja.
"Yang jelas mereka mau menandatangani MoU soal industri baja hulu sampai hilir besok. Rencananya di Hotel Borobudur,akan ada MoU baja hulu sampai hilir. Memang tadi pertemuan dengan perwakilan Taiwan, jika mereka memang berminat sekali investasi industri di Indonesia," tutur Putu.
"Pihak China Steel akan mulai hitung, di mana lokasinya nantinya, berapa investasinya, jadi belum tahu berapanya. Tunggu besok usai MoU," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.