JAKARTA - Setiap tahun, Koalisi Anti-Korupsi Global Transparency International merilis Persepsi Korupsi Index yang berisi hasil survey mengenai negara yang paling korup di dunia.
Sebagai catatan Transparency International, tidak ada cara mutlak yang bisa menilai tingkat korupsi di suatu negara. Karena pada dasarnya aksi korupsi pasti disembunyikan dari publik.
Namun, dikutip dari Business Insider, ada suatu penelitian mengenai korupsi terhadap 168 negara. Penelitian dilakukan dengan memberi poin 0 sampai 100. Nilai 100 berarti yang paling korup.
Negara-negara yang dianggap paling korup terdapat di Afrika dan Timur Tengah dengan masyarakat dan sistem hukum pemerintahan yang lemah, serta kemiskinan yang meluas. Berikut adalah daftar negara paling korup di dunia:
1. Chili
Meskipun menjadi negara yang paling korup di Amerika Latin, melebihi Brazil, Venezuela dan Paraguay yang penuh suap dan penipuan. Secara keseluruhan, Chili mencetak 70 poin.
2. Estonia
Pada 2012, Presiden Estonia Toomas Hendrik Ilves membantu menerapkan tindakan anti-korupsi untuk meningkatkan transparansi di sektor publik. Ia telah membantu meningkatkan nilai Indeks Korupsi yang tumbuh 69-70.
3. Perancis
Tingkat korupsi Perancis telah sedikit membaik dalam satu tahun terakhir, mendapatkan satu titik, dan mencetak 70 dari 100, dan korupsi tidak secara besar-besaran luas.
4. Portugal
Dalam sebuah survei Ernst & Young pada bulan Juni 2015, 83 persen dari warga negara Portugis mengatakan bahwa korupsi dan suap yang meluas di sana dan pada 2014, mantan Perdana Menteri Jose Socrates ditahan atas dugaan penipuan pajak, dan pencucian uang. Portugal mencetak 63 poin dalam Indeks Transparansi.
5. Polandia
Dengan skor 62, Polandia gagal keluar dari sepuluh negara OECD paling korup. Menurut GAN Integritas: "Korupsi politik merupakan tantangan untuk bisnis yang fair politisi menggunakan posisi mereka untuk mendapatkan keuntungan, dan praktek-praktek nepotisme dan kronisme yang luas."
6. Israel
Negara termiskin OECD yang juga merupakan salah satu yang paling korup. Dengan poin 61 dari 100 di Indeks Persepsi Korupsi. Pada bulan Mei 2015, mantan perdana menteri Ehud Olmert didakwa mengambil secara ilegal lebih dari USD150.000 dari taipan Amerika.