Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kondisi Ketenagakerjaan Diklaim Lebih Baik, Buruh: Itu Tidak Benar

Lidya Julita Sembiring , Jurnalis-Senin, 01 Mei 2017 |13:54 WIB
Kondisi Ketenagakerjaan Diklaim Lebih Baik, Buruh: Itu Tidak Benar
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menekankan aksi para buruh pada saat May Day akan diikuti setengah juta buruh di berbagi daerah di Indonesia. Khusus di Istana Negara, aksi diikuti 150 ribu massa buruh dari Jobodetabek, Karawang, dan Purwakarta.

"Jadi jumlah massa buruh yang akan aksi bukan hanya 30 ribu, sebagaimana yang disampaikan pihak Polda Metro Jaya," ungkap Presiden KSPI Said Iqbal melalui keterangan tertulisnya kepada Okezone, Senin (1/5/2017).

Dalam aksi May Day Tahun 2017, buruh mengangkat isu Hosjatum (Hapus OutSourcing dan pemagangan - JAminan sosial direvisi: jaminan kesehatan gratis seluruh rakyat dan jaminan pensiun sama dengan PNS/TNI/Polri - Tolak Upah Murah: cabut PP 78/2015). Isu ini diangkat, karena dalam dua tahun terakhir kesejahteraan dan perlindungan terhadap buruh menurun drastis.

"Dengan demikian, pernyataan Menaker di sela-sela acara peresmian Rusunawa di BSD Tangerang yang menyatakan bahwa perlindungan kaum buruh makin membaik tidak benar," tegasnya.

Menurutnya, menurunnya perlindungan dan kesejahteraan kaum buruh terlihat dari beberapa tanda, yakni, pertama, penggunaan outsourcing makin masif di perusahaan swasta. Bahkan program pemagangan yang diluncurkan oleh Presiden Jokowi makin memperparah hilangnya perlindungan bagi buruh karena orang-orang yang magang di perusahaan bekerja sebagaimana layaknya buruh delapan jam perhari tapi tidak mendapatkan gaji. Mereka hanya mendapatkan uang transport dan uang makan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement