JAKARTA - Perusahaan pengolahan kayu, PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), pada tahun ini menargetkan pertumbuhan laba bersih menjadi Rp6 miliar. Kenaikan harga produk menjadi pemicu pertumbuhan tersebut.
"Pada tahun ini kami targetkan laba bersih naik lebih dari 50persen ," kata Direktur TIRT Herlina Sunarli usai rapat umum pemegang saham luar biasa dan tahunan (RUPSLB/T) perseroan di Jakarta, Kamis (17/6/2008).
Dia mengatakan, pada tahun ini perseroan menargetkan laba bersih menjadi Rp6 miliar atau naik 671 persen dari 2007 sebesar Rp788 juta. Kenaikan laba bersih tersebut disebabkan naiknya harga jual produk perseroan menyusul melonjaknya harga bahan baku. "Kenaikan harga rata-rata mencapai 15-20persen ," katanya.
Diakuinya, meski pada tahun ini laba bersih ditargetkan naik namun pendapatan perseroan diproyeksi turun dibanding 2007 dari Rp722 miliar menjadi Rp748 miliar. Hal ini disebabkan terhambatnya pasokan bahan baku akibat cuaca. "Hujan yang berkepanjangan membuat suplai terganggu," katanya.
Hal ini jelas dia, diperburuk dengan belum kondusifnya iklim investasi industri perkayuan nasional. Persoalan penebangan kayu ilegal (illegal logging) masih menjadi pemicu ketidakpastian pasokan bahan baku. Persoalan lainnya adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang turut meningkatkan beban usaha perseroan.
(Rani Hardjanti)