JAKARTA - PT Arona Binasejati Tbk (ARTI) resmi mengalihkan bisnis inti mereka, dari usaha furnitur ke bidang tambang. Dengan pengalihan bisnis inti itu, perseroan mengubah nama menjadi PT Ratu Prabu Energi Tbk.
Sebagai langkah awal, perseroan mengakusisi PT Lekom Maras (LM), perusahaan yang bergerak di bidang energi, oil dan pelayanan, serta properti, senilai Rp683, 931 miliar. Akuisisi tersebut akan selesai pada akhir Juli ini.
"Kami akan melakukan right issue terkait akuisisi ini. Right issue akan dilakukan sekitar 14 Juli. Akuisisi sendiri diperkirakan selesai lima hari sesudahnya," ujar Direktur Utama ARTI Burhanuddin Bur Maras, di Jakarta, Senin 30 Juni sore.
Akuisisi LM sendiri diyakini akan memberi keuntungan besar terhadap perseroan. Sebab, LM memiliki kinerja yang cukup baik dibidang mining serta properti. Pada tahun 2007, LM memiliki keutungan mencapai Rp167 miliar. Selain itu, aset yang dimiliki LM mencapai Rp1,3 triliun.
"Dengan adanya akuisisi ini kami berharap untung. Bila tahun lalu kami mengalami kerugian Rp30 miliar, tahun ini keuntungan secara konsolidasi sekitar Rp144 miliar," jelasnya.
Setelah akuisisi itu penjualan perseroan pun diharapkan melonjak, dari Rp3,5 miliar menjadi Rp598 miliar. Sebagai langkah awal, perseroan berharap bisa meningkatkan produksi minyak dari 1.500 hingga 2.000 barel saat ini, menjadi 3.000 barel perhari pada akhir tahun.
Sementara untuk produksi gas, diharapkan bisa meningkat dari dua juta kubik feet perhari menjadi 5-6 juta kubik feet per hari. Lokasi lapangan minyak yang dimiliki LM adalah Sumatera Selatan untuk minyak, sementara gas berada di Cirebon.
Selain melakukan akuisisi terhadap LM, perseroan juga akan mengambil alih tiga perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas.
Tiga perusahaan tersebut berada di wilayah wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Papua. Dana total untuk akuisisi tersebut diperkirakan mencapai USD150 juta, untuk dua hingga tiga tahun.
Menurut Burhanuddin, perseroan telah mendapatkan sumber dana untuk modal belanja akuisisi tersebut. Sumber dana tersebut berasal dari perbankan serta lembaga keuangan. Pinjaman bank sendiri, berasal dari Bank Syariah Mandiri serta Bank Niaga.
"Kami sudah mendapat deal dari sejumlah bank dan lembaga keuangan. Dana tersebut bisa di cairkan kapan saja, tahun ini baru USD50 juta, yang kami pergunakan," terang Burhanuddin.
Produksi minyak tersebut, menurut Buhanuddin akan dijual untuk keperluan domestik. Sementara untuk ekspor mereka belum merencanakan. Namun di tahun ke depan 2009, perseroan berniat melakukan ekspansi ke wilayah regional.
Perseroan berencana melakukan akuisisi lapangan minyak di wilayah Vietnam dan Myanmar. Dana yang diperkirakan sekitar USD300 juta. Dana tersebut akan berasal dari luar negeri. "Kami sudah ada penjajakan, yang sudah itu di wilayah Myanmar," papar Burhanuddin.
(Rani Hardjanti)