Tunggu Inflasi Agustus, IHSG Bergerak Terbatas

Widi Agustian, Jurnalis
Senin 31 Agustus 2009 08:52 WIB
Foto: Koran SI.
Share :

JAKARTA - Kondisifnya situasi perekonomian di Amerika Serikat (AS), nampaknya bakal mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) untuk terus menguat pada perdagangan di awal pekan ini.

"Positivisme ini dipengaruhi oleh berita-berita eknomi di AS," kata analis pasar modal dari BNI Securities Muhammad Al Fatih, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Senin (31/8/2009).

Apa yang dimaksud Fatih, adalah data tentang menurunnya jumlah pengangguran di AS, serta data penjualan rumah yang juga mengalami kenaikan. "Indeks masih memiliki potensi penguatan,"  imbuhnya.

Ditambah lagi dengan perkiraan akan naiknya harga komoditas beberapa waktu ke depan, setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan.

Sementara itu, faktor optimistis juga muncul dari dalam negeri. Di mana pada pekan ini, data inflasi Agustus 2009 bakal diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Selasa 1 September 2009.

Dengan demikian, Fatih mengatakan, resistance pertama untuk indeks berada dalam posisi 2.387 dan resistence kedua di level 2.412. "Sementara supportnya masih ada di 2.350," jelasnya.

Selanjutnya, dia menuturkan sektor yang berpotensi menguat pada perdagangan hari ini adalah saham dari sektor consumer goods, komoditas, perbankan dan sektor lain yang sensitive terhadap data inflansi dan suku bunga.

Sementara itu, analisa dari Trimegah Securities menyebutkan posisi penutupan IHSG di atas support 2.350 pada pekan lalu membuat IHSG masih berada di atas tren naik jangka menengahnya.

"Meskipun demikian posisi penutupan yang masih di bawah tren turun jangka pendek 2.380 �" 2.387 membuat berlanjutnya tren naik IHSG masih memerlukan sentimen pendukung yang cukup kuat," jelasnya.

Untuk itu, harus diwaspadai kemungkinan sentimen negatif dari inflasi karena akan mempengaruhi pergerakan IHSG hingga akhir minggu ini. Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi pada kisaran 2.350 -2.387.

Sebelumnya, IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (28/8/2009), ditutup di level 2.377,25  atau menguat 21,19 poin setara dengan 0,90 persen. Jakarta Islamic Indeks (JII) menguat 1,35 poin ke posisi 385,9 dan indeks LQ45 naik 4,11 poin ke posisi 463,22.

Volume perdagangan terpantau sebesar 4,549 miliar lembar saham senilai Rp2,774 triliun. Saham yang ditutup menguat sebanyak 100 jenis saham, melemah 80 jenis saham, dan stagnan 81 jenis saham.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya