BANDUNG - Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2011 Kota Bandung diprediksi defisit hingga Rp450 miliar akibat timpangnya pembelanjaaan daerah yang melampaui pendapatan yang diperkirakan bisa dicapai.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bandung Nanang Sugiri mengatakan, defisit anggaran terjadi karena perkiraan total pendapatan sementara Pemkot Bandung sebesar Rp2,1 triliun, sedangkan perhitungan sementara alokasi belanja mencapai Rp2,4 triliun.
”Dalam hitungan sementara pada Kebijakan Umum Anggara (KUA) Platform Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) 2011,belanja daerah lebih besar Rp322 miliar dari total pendapatan daerah bahka defisit anggaran diperkirakan masih akan bertambah hingga mencapai angka Rp400 miliar-450 miliar.Hal itu terjadi karena masih adanya perkiraan penambahan belanja karena penyusunan RAPBD 2011 dijadwalkan selesai 21 Agustus mendatang,” papar Nanang di Gedung DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh,Kota Bandung, akhir pekan lalu.
Nanang mengakui sampai saat ini beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masih tetap mengajukan tambahan anggaran meskipun sebelumnya sudah memberikan estimasi anggaran yang diperlukan.
Beberapa sektor yang memerlukan tambahan anggaran di antaranya sektor pendidikan. Kemudian rumah sakit, kesehatan, Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) serta Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD). Menurut Nanang,keempat sektor tersebut menghabiskan lebih dari 60 persen anggaran.
Dihubungi terpisah, anggota Banggar lainnya Agus Gunawan menegaskan, RAPBD beserta nilainya tersebut masih mentah. Pasalnya, asumsi PAD belum dimasukkan dengan alasan masih menunggu laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan.Agus membenarkan besarnya anggaran yang diminta oleh beberapa dinas. Dia mengambil contoh anggaran untuk peningkatan infrastruktur Kota Bandung seperti yang diajukan Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung.
”Tahun 2011,DBMP mengajukan penambahan anggaran Rp300 miliar, dari plafon yang diajukan, DBMP menyatakan Rp150 miliar dari Rp300 miliar yang diajukan akan dialokasikan untuk perbaikan jalan. Sementara sisanya disiapkan untuk perbaikan drainase serta penerangan jalan umum (PJU),” ungkap Agus.
Kepala DBMP Kota Bandung Iming Ahmad pun membenarkan besarnya pengajuan anggaran untuk perbaikan infrastruktur tahun 2011 mendatang.
”Setengah anggaran atau sebesar Rp150 miliar untuk perbaikan jalan,akan diupayakan dengan menggunakan pola maksimal. Artinya, perbaikan diikuti pula dengan pengawasan dan pemeliharaan secara optimal,” tandas Iming.Dia mengakui hingga saat ini pihaknya belum bisa menerapkan pola pemeliharaan seperti yang saat ini dijalankan Pemkot Surabaya itu. (Agung Bakti Sarasa)
(Candra Setya Santoso)