JAKARTA - PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia menargetkan kerjasama baru dengan enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di 2011. Kerjasama tersebut diharapkan dapat meningkatkan dan memenuhi target premi Inhealth yang dipatok Rp1.150 triliun di 2011.
“Tahun ini kita targetkan sekitar 5-6 BUMN yang sudah dalam proses dan sudah ada penjajakan,” kata Direktur Utama Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia Dr Rosa Ch Ginting di Jakarta, akhir pekan lalu.
Rosa mengatakan khusus dengan Bank BUMN, Inhealth sudah bekerjasama dengan Bank Mandiri untuk menangani asuransi tenaga outsourching dan pensiunan bank BUMN tersebut. Dari kerjasama tersebut Inhealth akan memperoleh tambahan premi sekitar Rp8 miliar.
"Bank BUMN lain belum ada, tapi bank lain seperti Bukopin sudah ada, Bank Index, Bank BPD, sudah ada beberapa, tapi BUMN baru dari Mandiri,” kata dia.
Dia menambahkan hingga saat ini Inhealth telah melakukan penjajakan dengan Bank BRI, namun demikian, kata dia, masih menunggu waktu hingga proses kerjasama tersebut mencapai kesepakatan akhir.
“Apakah bisa deal tahun ini atau tahun depan kita lihat nantilah prosesnya, bank Mandiri juga setahun baru bisa. Perubahan system juga perlu diperhatikan agar nantinya tidak ada kesalahan,” kata dia.
Hingga Desember 2010, Inhealth telah melayani lebih dari 1.930 corporate client dengan jumlah peserta mencapai sekitar 1 juta orang dan 100 agen tersertifikasi di seluruh Indonesia. Perusahaan yang terlah bekerjasama antara lain BULOG, Pupuk Kaltim, Garuda Maintenance Facilities (GMF), Bank Bukopin, Gudang Garam, Maspion Group.
Sejalan dengan target preminya tersebut, Inhealth juga mengharapkan tambahan Modal Rp500 miliar dari Induk Perusahannya PT ASKES (persero). Penambahan modal tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perusahaan asuransi dengan core manage care ini.
Rosa mengatakan dalam anggaran dasarnya disebutkan modal perusahaan adalah Rp1 triliun. Saat pertama diluncurkan modal yang dikelola Inhealth hanya berjumlah Rp300 miliar.
“Untuk mencapai Rp1 triliun itu sebenarnya tidak ada target, jadi kita melihat lagi perkembangan bisnisnya nanti dan bagi pemegang saham akan melihat apakah ada gunanya jika ada penambahan modal,” kata dia.
Inhealth juga mengharapkan jumlah agen tersertifikasinya bertambah jadi 200 atau dua kali dari 100 agen tersertifikasi yang dimilikinya di 2010. Pertambahan agen tersebut diharapkan dapat mendorong tambahan target premi sebesar Rp350 miliar di 2011.
“Kalau bisa tambah 2 kali lipat kita happy banget. Hanya saja agen kita memang agak beda dengan asuransi individu jadi harus spesifik juga,” katanya.
Penambahan agen tersebut, kata dia, dikarenakan target yang begitu besar terutama sebagai sebuah new bussines dengan target Rp350 miliar. Oleh karena itu dipelukan tenaga pemasar yang lebih, baik kuantitas maupun kualitas yang lebih baik. “Kita juga tau kapasitas dan kemampuan kita jadi kita perlu bantuan mereka,” kata dia.
Rosa menambahkan semakin banyak armada tentunya semakin gencar mesin perusahaan berjalan. Namun dia menegaskan tidak sembarangan dalam mencari agen-agen berkualitas.
(Widi Agustian)