JAKARTA - Kerusuhan Mesir yang berlarut-larut dikhawatirkan dapat berdampak pada ekonomi global.Sebagai langkah antisipasi, pemerintah memandang perlu untuk membuat protokol manajemen krisis.
Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo menegaskan, sejak kerusuhan di Mesir terjadi dan semakin parah dari hari ke hari, pemerintah sudah mulai mewaspadai dampak negatifnya.Hal ini terutama terhadap negaranegara di Eropa.Menurut dia, jika hal itu sudah berdampak ke Eropa, otomatis dunia akan ikut merasakan dampak negatifnya.
”Bagaimanapun Eropa masih dalam proses penyehatan. Sampai sekarang kita masih terus mewaspadai,” tutur Menkeu di Jakarta.
Agus mengatakan,protokol manajemen krisis disiapkan agar momentum pertumbuhan ekonomi yang pada 2010 sudah mencapai 6,1% dapat terus terjaga. Sementara itu,Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah sangat mencermati perkembangan harga minyak dunia. Hingga saat ini harga minyak sudah berada di angka USD100 per barel.
”Bagaimanapun, harga minyak ini berpengaruh pada pasar dalam negeri,”kata Hatta Rajasa.
Hatta mengatakan, setiap kenaikan harga minyak, maka penerimaan negara akan ikut naik. Bahkansetiapsatubarelkenaikanharga minyak, akan ada kenaikan pendapatan sebesar USD900.000 per barel.
”Gas kita juga akan meningkat, harga berpengaruh terhadap subsidi dan pada sektor-sektor lain,karena BBM ini pengungkit, jadi harganya kita akan jaga,”tutur Hatta.
Diberitakan sebelumnya,Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan,dampak kerusuhan di Mesir adalah tingginya harga minyak dunia yang sudah menyentuh di atas USD100 per barel.Dampak inilah yang harus diantisipasi. (bernadette lilia nova)
(Widi Agustian)