JAKARTA - Meskipun pemerintah telah menerapkan lima langkah kebijakan energi, dampaknya ke perekonomian khususnya ke inflasi belum pasti. Oleh karena itu, Bank Indonesia dinilai masih harus menahan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75 persen.
"Masih sangat relevan di 5,75 persen meskipun inflasi tahunan sudah di 4,5 persen," ungkap Pengamat Ekonomi dari Danareksa Institute Purbaya Yudhi Sadewa kepada Okezone, Jumat (4/5/2012).
Menurut Purbaya, saat ini, Bank Sentral masih harus menahan BI Rate di angka 5,75 persen karena dampak dari kebijakan BBM yang dikeluarkan pemerintah belum pasti.
"Ada space memang untuk menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga acuan tahun ini, tetapi nanti saja menunggu dampak pasti kebijakan BBM," tandas Ryan.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka inflasi April berada di angka 0,21 persen (month to month), inflasi Januari-April 1,09 persen dan inflasi tahunan di angka 4,5 persen.
(Widi Agustian)