JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih cenderung berada dalam area negatif di kisaran 3.780-3.860. Negatifnya IHSG diprediksi masih akan berlangsung hingga pemilu Yunani Juni mendatang.
"Sentimen negatif masih cukup kuat, investor tengah menunggu hasil Pemilu Yunani pada 17 Juni mendatang, jika dalam pemilu itu salh satu partai yang pro kebijakan eropa diperkirakan bursa saham kembali positif," kata Analis Milenium Danatama Sekuritas, Abidin, di Jakarta, Jumat (1/6/2012).
Sebagaimana diketahui, IHSG ada penutupan sore kemarin ditutup turun 85,09 poin alias 2,17 persen ke 3.832,82. Melemahnya IHSG, seiring dengan pergerakan bursa regional di Asia. Dia menambahkan, kondisi itu membuat investor masih mengambil posisi jual untuk mengamankan nilai asetnya di pasar saham agar tidak tergerus.
Selain itu, disarankan kepada pelaku pasar saham, dalam kondisi dapat melakukan perdagangan jangka pendek, atau dengan melakukan pembelian sedikit demi sedikit seiring dengan nilai saham sat ini sudah cenderung rendah. "Sewaktu-waktu bursa dapat menguat kembali atau rebound," tandasnya.
Berikut prediksi IHSG dari beberapa sekuritas
HD Capital
Merahnya regional dan melemahnya rupiah memberikan imbas tak sedap ke IHSG hingga terkoreksi kembali ke support kritis psikologis 3.800 yang kemungkinan besar dapat jebol hingga pertahanan berikutnya di 3.680. Bila terjadi koreksi, incar saham dengan big cap versus second liners. Support: 3.800-3.550, Resistance 3.975-4.150.
Sinarmas Sekuritas
Secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak mixed di kisaran 3800-3873.
Perkembangan penanganan krisis utang Eropa terutama mengenai Yunani dan Spanyol masih akan menjadi sentimen indeks. Data-data ekonomi AS seperti tingkat GDP dan initial jobless claims, serta data manufaktur di beberapa negara Eropa terutama Jerman dan Perancis yang akan dirilis, akan turut memberikan sentimen. Selain itu, juga ada pengumuman BPS mengenai tingkat inflasi Indonesia bulan Mei.
(Martin Bagya Kertiyasa)