JAKARTA - Pabrik amonium nitrat PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) di Bontang, Kalimantan Timur sejak pertengahan April 2012. Pabrik ini akan menghasilkan Amonium Nitrat Prilled sebesar 300 ribu metrik (mt) ton per tahun.
Pabrik yang menghabiskan dana sebesar USD450 juta ini difokuskan untuk menunjang kebutuhan pasar dalam negeri Indonesia yang diprediksikan akan mencapai 600 ribu mt per tahun pada 2012.
"Pabrik ini dibangun sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan nasional akan Amonium Nitrat yang selama ini bergantung pada produk impor," ungkap Direktur Utama PT Kaltim Nitrat Indonesia Antung Pandoyo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (18/6/2012).
Menurut Antung, amonium nitrat yang merupakan bahan baku bahan peledak ini sangat dibutuhkan oleh industri pertambangan yang pertumbuhannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pembangunan pabrik KNI yang telah dimulai sejak 2009.
Lebih jauh Antung menambahkan, pembangunan pabrik AN KNI dilaksanakan oleh kontraktor EPC PT Rekayasa Industri, sebuah BUMN di bawah PT Pupuk Indonesia.
Sekadar informasi, PT Kaltim Nitrate Indonesia didirikan pada 2001 sebagai perusahaan PMA. Sejak awal berdirinya, KNI bertujuan melakukan investasi melalui pendirian pabrik Amonium Nitrat (AN). Armindo Group (Armindo) yang menguasai saham mayoritas KNI sebesar 51 persen bermitra dengan perusahaan kelas dunia, Orica Investment (Indonesia) Pty Ltd yang memiliki 49 persen saham.
(Widi Agustian)