JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai ketidakseimbangan antara produksi dan kebutuhan gula kristal putih (GKP) untuk komsumsi merupakan penyebab harga gula naik turun.
"Target produksi setiap tahun tidak tercapai, sangat disayangkan kemampuan PTPN gula untuk mensuplai dan mendistribusikan gula komsumsi di seluruh pelosok di Indonesia sudah tidak bisa lagi dipertahankan," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur, melalui laporan tertulisnya kepada Okezone, Rabu (25/7/2012).
Menurut Natsir, ketika beberapa daerah tidak mendapatkan suplai gula dari PTPN, pemerintah perlu membuat roadmap yang baru tentang produksi-distribusi-perdagangan supaya persoalan pergulaan nasional tidak terjadi berulang-ulang.
"Ibarat lingkaran setan yang tidak dapat terselesaikan, penataan manajemen pergulaan nasional tidak bisa lagi berdasarkan adhoc, kalau saya lihat kemampuan PTPN untuk mensuplai gula komsumsi hanya di pulau Jawa saja, lalu bagaimana daerah di luar Jawa yang selalu mempunyai masalah distribusi dan harga tinggi," tutur Natsir.
Dia menilai, saat ini diperlukan roadmap yang baru, yang harus dibuat oleh pemerintah bersama Kadin, serta melibatkan asosiasi supaya peta pergulaan nasional dapat diketahui secara tepat.
(Martin Bagya Kertiyasa)