"Masa untuk Petani Enggak Ada, Tapi untuk Swasta Ada"

Iwan Supriyatna, Jurnalis
Rabu 25 Juli 2012 19:53 WIB
Ilustrasi. (Foto: Koran SI)
Share :

JAKARTA - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menanggapi permintaan anggota DPR-RI yang meminta pemerintah untuk membuka lahan. Salah satunya di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tenggara.

"Betul, kita sudah meminta dua juta hektare (ha). Masa untuk kepentingan petani kita enggak ada, sedangkan untuk swasta ada," ungkap Hatta usai menghadiri buka bersama di rumah dinas Marzuki Ali, Jakarta, Rabu(25/7/2012).

Sebelumnya, Menteri Pertanian Suswono sempat menyatakan kendala terbesar petani kedelai Indonesia dalam meningkatkan produksinya adalah perihal ketersediaan lahan yang masih sangat terbatas.

"Produksi (kedelai) kita baru bisa mengkover 40 persen (kebutuhan kedelai nasional). Karena ini problem masalah lahan. Jadi diperlukan peningkatan lahan yang signifikan untuk meningkatkan produksi," kata Suswono, saat ditemui wartawan, di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, Suswono menyampaikan, untuk swasembada kedelai diperlukan adanya tambahan minimal 50 ribu hektare (Ha). Lebih lanjut, saat ini diakui Suswono, pihaknya tengah menjalin komunikasi intensif dengan beberapa pihak seperti Perhutani dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna menyediakan lahan pertanian bagi petani kedelai.

"Kami berharap adanya inventarisasi lahan-lahan terlantar yang sekarang sudah ada dan kemarin kami baru bertemu dengan BPN yaitu untuk me redistribusi lahan-lahan terlantar tersebut. Setidak-tidaknya kalaupun memang pemiliknya tidak bisa melepaskan sepenuhnya, ya mungkin bisa dengan pola inti plasma," jelasnya lagi.

Sementara, dirinya juga mengklaim adanya potensi lahan seluas kurang lebih 200 ribu ha lahan milik Perhutani yang memungkinkan untuk dilakukan teknik pertanian tumpang sari.

"Kami bekerjasama dangan Perhutani agar bisa melakukan tumpang sari dengan pohon-pohon jati. Ini bisa dilakukan di beberapa tempat, potensinya cukup besar ada 200 ribuan itu dimungkinkan untuk kita akses," tambahnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya