MADURA - Hujan yang masih terus berlangsung dalam beberapa hari terakhir membuat sebagian wilayah di Pamekasan, Jawa Timur terendam banjir. Hal tersebut membuat petani tembakau merugi hingga puluhan juta rupiah.
Seperti yang dialami oleh Muna'im salah seprang warga Desa Lemper Kecamatan Pademawu. Muna'im tidak bisa berbuat banyak, banjir yang sempat merendam wilayah itu membuat tanaman tembakaunya rusak.
Sudah dua kali Muna'im mencoba menanam pada musim kali ini, akan tetapi karena curah hujan tinggi ditambah banjir tanamannya kembali rusak. Sekali tanam di lahan sekira setengah hektare (ha) ada sekira 4.000 bibit tembakau jenis virginia dengan biaya sekira Rp5 juta.
Biasanya pada April dan Mei merupakan awal musim kemarau, sehingga para petani tembakau memulai menanam dan tembakau baru bisa dipanen sekira Agustus dan saat itu merupakan puncak musim kemarau.
"Biasanya para petani menjualnya ke gudang–gudang tembakau yang ada di sekitar Pamekasan," ujar Muna'im kepada wartawan, Kamis (13/6/2013).
Harapan petani lainnya sama dengan harapan Muna'im, yakni dapat hasil dari jerih payah mereka menanam tembakau dan bisa untuk menambah modal usahanya yang lain.
Selain berprofesi sebagai petani, Muna'im mempunyai pekerjaan sampingan yaitu sebagai pemulung dan penjual pentol keliling. Rencananya bapak dua anak ini hasil yang didapat dari panen tembakau akan dibuat tambahan modal usahanya.
Sekarang harapan mereka hanya isapan jempol, jangankan untung modal pun ikut terhanyut. Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Pamekasan Isye Windarti yang dihubungi mengatakan, masih terus mendata jumlah kerugian yang diderita para pateni tembakau.
Karena hampir semua tempat yang sekarang ditanami tembakau terendam banjir termasuk Kantor Dinas Pertanian Pamekasan sendiri. (wan)
(Widi Agustian)