JAKARTA - Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro mengatakan, pendidikan ekonomi ataupun financial Inclution perlu dikembangkan sejak pendidikan SMP, bukan hanya dalam perguruan tinggi saja.
"Pendidikan ekonomi bukan hanya di perguruan tinggi tapi juga sejak SMP dan SMA sehingga saat dididik dalam di perguruan tinggi akan lebih mudah," tutur Bambang dalam diskusi panel Financial Inclution dan peran penting pendidik dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera di Kementerian Keuangan Jakarta, Selasa (18/6/13).
Menurutnya, kalau tidak memiliki pendidikan ekonomi maka saat masyarakat menjadi pengusaha, anggota DPR dan yang lainnya maka akan ada pemahaman yang salah dalam memandang permasalahan ekonomi.
Bambang menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mendorong agar semua masuk ke jurusan ekonomi tapi menurutnya pendidikan ekonomi penting diajarkan sejak dini agar generasi-generasi penerus bangsa memiliki logika berpikir ekonomi.
"Bukan bermaksud semua masuk jurusan ekonomi tapi agar mereka memiliki logika berpikir ekonomi." Kata dia.
Selain itu, dia mengatakan pendidikan financial inclution merupakan program yang paling mendasar untuk mengurangi kemiskinan dan memperkuat dunia usaha. (wan)
(Widi Agustian)