MEDAN - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara mengajak seluruh pengusaha di Sumut untuk mengalihkan jam operasional tambahan produksi. Ajakan tersebut seiring dengan kondisi kelistrikan di Sumut yang tengah krisis, khususnya saat menghadapi beban puncak.
"PLN kan sudah mengaku defisit listrik sekitar 100 megawatt (mw) saat beban puncak. Nah bagi kita pengusaha, pemadaman ini sangat urgent. Makanya kita juga harus kooperatif, biar tidak ada pemadaman. Saya mengimbau agar industrialis anggota Kadin, dapat menghindari operasional saat beban puncak. Kita sarankan jika ada produksi yang mengharuskan operasional malam hari, dapat dimulai di atas pukul 22:00 WIB," terang Pjs Ketua Kadin Sumut, Tohar Soehartono kepada wartawan di Medan, Senin (8/4/2013).
Selain mengalihkan produksi, Tohar juga berharap agar pelaku industri dapat memaksimalkan motor (generator listrik) yang mereka miliki.
"Menjelang Ramadan nanti kan memang biasanya produksi akan banyak, seiring dengan tingginya permintaan dari masyarakat. Maka dari itu, kita berharap, jika industri terpaksa beroperasi 24 jam, maka dapat menggunakan pembangkit listrik mereka sendiri," kata dia.
"Saya pikir kita harus kooperatif lah. Bukan hanya untuk menekan pemadaman listrik, tapi juga pelanggan umum sebagai konsumen kita. Kami sadar akan ada perusahaan yang belum sepakat dengan himbauan ini, tapi kami berharap perusahaan mengikutinya untuk kepentingan bersama," ucapnya. (wan)
(Widi Agustian)