MEDAN - PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan telah melakukan berbagai sosialisasi sebagai bentuk antisipasi peralihan atau perpindahan Bandara Polonia Medan yang pengoperasiannya digantikan ke Bandara Kualanamu.
"Antisipasinya kita terus melakukan sosialisasi publik, dengan membuat banner, menyosialisasikannya di koran, dan terus berjalan," ucap Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Tri Sunoko kepada wartawan, Medan, Rabu malam.
Dengan melakukan langkah-langkah seperti itu, diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat yang pada awalnya datang di Bandara Polonia lalu bersinggah ke Bandara Kualanamu. Pasalnya, Bandara Kualanamu berada 39 kilometer dari arah kota Medan.
"Tapi kita harapkan lama-lama kebingungan itu bisa diatasai, jangan bilang kalau besok sudah bisa teratur," tambahnya.
Tri menuturkan, jumlah penikmat maskapai penerbangan di Medan berjumlah 70 juta. Dengan dipindahkannya pengoperasian Bandara Polonia ke Bandara Kualanamu dapat berjalan dengan baik.
"sekarang pasti awal-awal ada penyesuaian, apa lagi ini ada 70 juta penumpang, contohnya kaya kedatangan yang berbeda saja, biasanya last minute bisa sekarang kan harus diubah kebiasaannya," ujarnya.
Selain itu, lanjut Tri, Bandara Kualanamu disinyalir dapat menampung jumlah penumpang maskapai penerbangan di Medan hingga 10 juta penumpang. Sebab, peningkatan jumlah penumpang di Medan per tahun antara 10-20 persen. "Kapasitas 8-10 juta, yang terbangun, nanti akan terus kita kembangkan lagi, pertumbuhan jumlah penumpang 10-20 persen per tahun," tutupnya.
Sekedar informasi, Pengoperasian Bandara Kualanamu Medan akan dimulai pada saat Kamis pagi 25 Juli 2013. Dimana, tepat pukul 00:00 WIB 25 Juli 2013, resmi perpindahan pengoperasian Bandara Polonia Medan ke Bandara Kualanamu Medan.
(Martin Bagya Kertiyasa)