Paket Kebijakan Tak Mempan Taklukan "Liarnya" Rupiah

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Senin 26 Agustus 2013 13:19 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah telah mengeluarkan empat formula kebijakan guna menahan pelemahan Rupiah dan pasar saham Indonesia. Meski demikian, kebijakan ini belum dapat menahan tekanan dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi pada perdagangan non-delivery forward (NDF).

Kurs median Bloomberg mencatat, Rupiah siang ini masih merosot 50 poin atau 0,45 persen menjadi Rp11.108 per USD. Hari ini pelemahan Rupiah paling tinggi terjadi pada pukul 10.59 WIB di kisaran Rp11.168 per USD, sementara angka terkuatnya yakni di Rp10.823 per USD, pada pukul 09.29 WIB.

Analis Samuels Sekuritas, Lana Soelistianingsih, mengungkapkan bahwa paket kebijakan ekonomi yang diumumkan pada akhir pekan lalu, tidak efektif dalam menjaga ekonomi Indonesia dalam waktu dekat.

"Paket kebijakan tersebut baru terlihat dalam jangka menengah dan panjang, padahal pelaku pasar membutuhkan kebijakan jangka pendek yang bisa segera mengembalikan kepercayaan," kata dia dalam risetnya di Jakarta, Senin (26/8/2013).

Menurutnya, pelaku pasar menanggapi paket kebijakan tersebut secara negatif dengan masih terus melakukan aksi jual di pasar saham dan terus membawa nilai tukar Rupiah melemah. "Persepsi risiko terhadap aset Rupiah yang tercermin dari credit default swap (CDS) 10 tahun naik menjadi 377,58," tutur dia.

Sekadar informasi, empat kebijakan pemerintah tersebut, yakni pertama, memperbaiki neraca transaksi berjalan dan menjaga nilai tukar, kedua menjaga pertumbuhan ekonomi, ketiga yakni menjaga daya beli masyarakat. Sementara yang terakhir, adalah mempercepat investasi.

"Tujuan dari keempat paket kebijakan tersebut sudah tepat, sayangnya penjabaran setiap paketnya belum realistis untuk bisa meyakinkan pelaku pasar," tukasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya