JAKARTA - Indeks saham di Amerika Serikat (AS) akhirnya berakhir di zona negatif. Hal ini memberikan dampak negatif pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG dibuka turun 32,95 poin atau 0,72 persen menjadi 4.541,92. Indeks LQ45 melemah 9,24 poin atau 1,2 persen menjadi 759,84, Jakarta Islamic Indeks (JII) turun 9,15 poin atau 1,5 persen menjadi 619,26, dan indeks IDX30 melemah 5,09 poin atau 1,3 persen menjadi 389,09.
Pada pembukaan pagi ini, IHSG mencatat 46 saham menguat, 80 saham melemah, dan 97 saham bergerak stagnan. Adapun nilai transaksi yang terjadi sebesar Rp397,19 miliar dari 276,01 juta lembar saham diperdagangkan.
Saham-saham di Asia pun turut melemah, seiring sentimen negatif yang terjadi pada saham global. Indeks Hang Seng turun 157,01 poin atau 0,67 persen menjadi 23.147,01, indeks Nikkei turun 48,87 poin atau 0,34 persen menjadi 14.453,48, dan indeks Straits Times turun 15,25 poin atau 0,47 persen menjadi 3.214,19.
Sektor-sektor penggerak IHSG kompak melemah, dengan sektor konsumsi turun 1,1 persen, sektor manufaktur melemah 1,1 persen, infrastruktur melemah 1,4 persen, dan sektor industri dasar merosot 0,8 persen.
Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) naik Rp100 ke Rp5.500, saham PT Samindo Resources Tbk (MYOH) naik Rp70 ke Rp650, dan saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) naik Rp50 ke Rp4.225.
Sedangkan saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers, antara lain saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp700 menjadi Rp30.550, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp600 menjadi Rp30.000, dan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp300 menjadi Rp37.400.
(Martin Bagya Kertiyasa)