JAKARTA - Indeks saham di Amerika Serikat (AS) pada jeda makan siang ini kembali tidak beranjak dari posisinya di zona negatif. Sebelumnya pada awal perdagangan, IHSG juga dibuka melemah. IHSG terpantau melemah 77,7
poin atau 1,699 persen ke 4.497,11.
Pelemahan IHSG terjadi seiring aksi buruh yang menuntut kenaikan upah sebesar 50 persen, atau menjadi sekira Rp3,7 juta untuk yang berada di daerah Jabodetabek. Aksi buruh pun dilakukan secara serentak di seluruh
Indonesia.
Sejalan dengan IHSG, Indeks LQ45 turut melemah 17,04 poin atau 2,2 persen menjadi 752,04, Jakarta Islamic Indeks (JII) turun 16,37 poin atau 2,6 persen menjadi 612,04, dan Indeks IDX30 melemah 5,09 poin atau
1,3 persen menjadi 389,09.
Siang ini, IHSG mencatat 56 saham menguat, 206 saham melemah, dan 79 saham bergerak stagnan. Adapun nilai transaksi yang terjadi sebesar Rp2,520 triliun dari 2,194 miliar lembar saham diperdagangkan.
Saham-saham di Asia pun turut melemah, seperti Indeks Hang Seng turun 85,81 poin atau 0,37 persen menjadi 23.218,21, Indeks Nikkei turun 37,43 poin atau 0,26 persen menjadi 14.464,92, dan Indeks Straits Times turun
5,17 poin atau 0,47 persen menjadi 3.225,27.
Sektor-sektor penggerak IHSG kompak melemah, dengan sektor konsumsi , sektor manufaktur, infrastruktur, sektor industri dasar, dan sektor keuangan.
Saham-saham yang masuk jajaran top gainers, antara lain, saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp350 ke Rp30.200, saham PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI) naik Rp130 ke Rp2.000, dan saham PT Darya Varia
(DVLA) naik Rp75 ke Rp2.275.
Sedangkan saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers, antara lain, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp500 menjadi Rp37.200, saham PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp300 menjadi Rp7.900, dan saham PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp200 menjadi Rp6.700. (kie)
(Widi Agustian)