JAKARTA - Pemabangunan infrastuktur jalan tol masih terhambat biaya yang besar. Untuk membangun jalan tol sepanjang 116 kilometer (km) di Indonesia, dibutuhkan dana paling tidak Rp12 triliun. Artinya, setiap pembangunan 1 km jalan tol, dibutuhkan dana sekira Rp103,448 miliar.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementruan Pekerjaan Umum, A Gani Ghazaly Akman, dalam Penjajakan Minat Pasar (Market Sounding) Pembangunan Jalan Tol di Indonesia di Hotel Gran Mahakam, Jakarta, Kamis, (12/12/2013).
Gani menjelaskan, ada beberapa tantangan yang dihadapi Indonesia dalam pembangunan jalan bebas hambatan ini. "Kita memang menghadapi berbagai masalah, terutama masalah finansial," kata dia.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tantangan lainnya yang muncul dalam penyelenggaraan fasilitas ini yakni pengadaan tanah dimana tidak ada penyelesaian pengadaan tanah yang dibiayai oleh badan usaha.
Selain itu, persoalan fasilitas pembiayaan di mana jumlah pembiayaan yang masih terbatas dari pemberi pinjaman (hanya perbankan) juga menjadi tantangan.
Selanjutnya, tantangan muncul dari sisi pelelangan dimana sebagian besar ruas jalan tol yang dilelang, berdasarkan rencana umum jaringan jalan nasional yang telah ditetapkan oleh Menteri PU Djoko Kirmanto. Pelelangan pun masih mencakup biaya pengadaan tanah.
Keterbatas pembiayaan pemerintah juga menurutnya menjadi hal yang sedikit mengganjal. Menurutnya, contigent liability dimana tidak adanya jaminan dari pemerintah untuk mengurangi risiko juga menjadi kendala di luar kondisi yang diharapkan juga termasuk kendala yang coba terus dicarikan jalan keluarnya.
"Kalau saja Pemerintah mau menjamin, bukan hanya investor dalam negeri, investor luar negeri juga sangat berminat," katanya.
(Martin Bagya Kertiyasa)