Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BKPM Optimistis Proyek Jalan Tol Tanjung Carat Pacu Ekonomi Sumatera

Rohman Wibowo , Jurnalis-Rabu, 13 Mei 2026 |19:29 WIB
BKPM Optimistis Proyek Jalan Tol Tanjung Carat Pacu Ekonomi Sumatera
Wamen Investasi Todotua Pasaribu (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu optimistis pembangunan jalan tol penghubung menuju Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan bakal menggerakkan roda perekonomian Sumatera.

Proyek jalan tol sepanjang 80 kilometer yang digadang-gadang bakal dibangun di sisa tahun 2026 ini bakal memaksimalkan ceruk ekonomi kawasan yang bersumber dari sumber daya alam.

Todotua menitikberatkan kekayaan alam melimpah terdapat di Sumsel, mulai dari cadangan batu bara berskala raksasa, minyak dan gas, hingga hasil perkebunan. Akan tetapi, potensi sumber daya besar tersebut kerap terhambat oleh buruknya kelancaran distribusi barang yang berimbas pada pelemahan daya jual di pasar.

"Mengenai masalah logistik yang belum terurai baik, inj menyebabkan dua hal utama, satu, terbatasnya atau terlimitnya komoditas secara volume yang keluar, dan yang kedua menyebabkan angka kos logistik yang masih relatif mahal sehingga menghasilkan komoditi yang keluar dari Sumatera Selatan ini menjadi tidak memiliki daya saing yang kuat," kata Todotua dalam jumpa pers di kantor BKPM, Rabu (13/5/2026).

Sehingga hadirnya akses jalan bebas hambatan ini diproyeksikan mampu menjadi jalan keluar atas kebuntuan rantai pasok yang selama ini membelit laju bisnis banyak perusahaan. PT Bukit Asam menjadi salah satu contoh nyata entitas pelat merah yang selama beberapa tahun terakhir cukup kesulitan menggenjot volume pengiriman akibat terbentur tantangan alur jalur keluar.

"Harapannya ini dengan adanya tol ini maka pertama volumenya akan naik, volume komoditi, baik itu komoditi batu bara yang ada di sana, komoditi-komoditi kopi, komoditi karet, sawit dan lain-lain. Itu juga tentunya nanti akan menaikkan daripada pertumbuhan ekonomi yang ada di sana," ungkapnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement