Ternyata, Emas di Puncak Monas Tak Ikut Dicuci

Meutia Febrina Anugrah, Jurnalis
Rabu 07 Mei 2014 12:03 WIB
(Foto : Okezone)
Share :

JAKARTA - Monumen Nasional atau Monas sedang dalam tahap pembersihan. Pembersihan tugu Monas ini merupakan bentuk program CSR dari perusahaan asal Jerman, Kaercher.

Senior Manajer Marketing and Business Development Kaercher Indonesia, Fransisca Natalia menyebut proses pembersihan Monas ini dimulai dari membersihkan cawan bawah, hingga bagian badan tugu.

"Proses pembersihannya sekitar 7-10 hari. Pertama kita membersihkan bagian cawan bawahnya dulu. Lalu bagian badan tugu Monas. Cara membersihkannya cukup dengan disemprot dengan air, sehingga dapat melepas kotoran dan debu yang menempel pada tugu Monas. Namun khusus untuk bagian lidah api atau emas monasnya tidak kita bersihkan," ucapnya pada Okezone, Rabu (7/5/2014).

Dirinya menyebut bagian yang paling difokuskan untuk pembersihan Monas ini adalah bagian leher badan Monas.

"Ini bagian yang paling kotor. Tidak pernah terkena hujan. Bisa dilihat itu hitam sekali, " tambahnya.

Sementara itu, Fransisca menyebut sejauh ini belum menemukan kendala teknis dan no teknis dalam pembersihan Monas. Namun, ia menyebut faktor cuaca masih menjadi penentu lamanya waktu pembersihan ini.

"Sejauh ini sih cerah ya. Kita berharap cerah terus supaya semuanya berjalan lancar," ucapnya.

Untuk pembersihan Monas ini melibatkan sekitar 20 orang. Tiga orang ahli berasal dari Jerman, dan sisanya berasal dari Indonesia.

(Widi Agustian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya