JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mematok target ekspor tahun 2019 akan naik 300 persen atau sebanyak tiga kali lipat menjadi USD458,8 miliar.
Demi mencapai tujuan tersebut Kemendag memerlukan tambahan investasi sebanyak USD211,5 miliar dan tenaga kerja yang terserap sebanyak 23 juta orang.
Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan (BP2KP) Kemendag Tjahja Widayanti menjelaskan bahwa pemerintah harus menyiapkan beberapa strategi untuk merealisasikan target tersebut. Syarat utamanya adalah perombakan struktur ekspor.
"Syarat utama harus rubah struktur ekspor jadi manufaktur 65 persen dan primer 35 persen, karena permintaan dunia lebih besar adalah manufaktur," ungkapnya di Gedung Kemendag, Senin (2/2/2015).
Selain itu strategi pendekatan pasar juga menjadi salah satu langkah yang akan diambil. "Strategi pendekatan pasar ini dipusatkan pada empat hal, yakni mempertahankan pasar yang telah dibangun sebelum. Selain itu juga meningkatkan ekspor produk bernilai tambah di pasar tersebut," tambahnya.
Kemudian yang ketiga adalah membuka pasar baru, salah satunya dengan membuka akses pasar. Dan yang terakhir, menahan penurunan ekspor ke negara utama.
Strategi itu, lanjut dia, juga tak akan jalan jika tak disokong oleh faktor kunci keberhasilan. Kunci keberhasilan tersebut adalah menjadikan target ekspor sebagai komitmen nasional yang melibatkan seluruh stakeholder, baik pemerintah pusat, daerah maupun pelaku usaha.
"Produk yang kita jual harus memenuhi standar internasional, walaupun sudah berstandar nasional, tapi belum tentu secara private standar di negara tertentu belum memenuhi. Dan yang terakhir, mempermudah dan menyederhanakan prosedur atau perizinan di pusat dan daerah," tandasnya.
(Fakhri Rezy)