Dia menjelaskan, dalam dua bulan terakhir, spread dari transaksi perdagangan Euro rata-rata selisihnya sebanyak 0,2 poin, bahkan tidak lebih dari 0,5 poin.
"Dulu spread 5 sampai 10. Pernah 3, sekarang nol koma sekian selish jual-belinya," imbuh Samuel.
Namun, Samuel menerangkan, menurunnya spread tersebut tidak ada kaitannya dengan keuntungan yang akan diperoleh oleh perusahaan.
"Kalau kami, kita, pialang berjangka keuntungan bukan hak kami, hanya dapatkan komisi saja. Kita mau buktikan kalau ada yang murah kenapa mesti yang mahal," tukasnya.
(Fakhri Rezy)