Beras Plastik Beredar di Gunungkidul

, Jurnalis
Sabtu 23 Mei 2015 13:18 WIB
Ilustrasi distribusi beras. (Foto : Okezone)
Share :

GUNUNGKIDUL - Peredaran beras plastik alias sintetis diduga tidak hanya di Kota Bekasi, tetapi juga sudah meluas di sejumlah daerah di Tanah Air.

Kemarin warga di Gunungkidul; Karawang, Jabar; dan Kota Jayapura, Papua melaporkan temuan beras yang diduga sintetis.

Kalangan DPR menuding beras palsu dari luar negeri tersebut masuk lewat Pelabuhan Tanjung Priok. Kecurigaan adanya berdarnya beras sintetis di Gunungkidul, tepatnya di Dusun Duwet, Desa Karangwuni, Kecamatan Rongkop, bermula saat warga bernama Murdiyah menemui kejanggalan beras yang mereka konsumsi terlalu lengket dan mudah mengeras.

Beras yang dibeli dari toko kelontong di wilayah Kerdonmiri, Rongkop berbeda dengan beras yang biasa dia beli. Murdiyah pun semakin curiga setelah bersama sang suami, Sunarmo, melihat tayangan televisi tentang adanya peredaran beras sintetis. Karena itu, Sunarmo kemudian mencoba mem bakar beras tersebut. Hasilnya, beras tersebut menjadi lengket seperti plastik.

Berbeda dengan beras yang asli, saat dibakar hanya menghitam namun tidak lengket keras. ”Kalau tidak percaya ini saya tunjukkan, saya saja kaget, karena beras yang saya beli ternyata menjadi lengket mengeras. Namun yang beras hasil panen tidak,” ujar Sunarmo.

Beberapa petugas dari Polsek Rongkop serta Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Energi dan Sumber Da ya Mineral (Disperindagkop ESDM) Gunungkidul merespons temuan tersebut dengan langsung mendatangi rumah Sunarmo.

”Kita bawa sampel beras ini untuk dikaji lebih lanjut,” kata Kapolsek Rongkop AKP Sunarto. Seusai melakukan pemeriksaan, rombongan Polsek beserta Disperindagkop ESDM juga mendatangi dua toko kelontong yang diduga menjual beras sintetis tersebut.

Namun demikian, pihak Disperindagkop ESDM belum bisa memastikan mengenai benar tidaknya beras yang beredar merupakan beras sintetis.

Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Disperindagkop ESDM, Gunung kidul Supriyadi mengaku masih melakukan penelitian untuk memastikan kebenaran beras tersebut.

”Memang beras ini dari Pati, Jawa Tengah, bukan dari Delanggu seperti biasanya. Namun untuk memastikan, butuh penelitian lebih lanjut di laboratorium Dinas Kesehatan,” katanya. (Yan yusuf/ khoirul muzakki/ suharjono/ant/Koran Sindo)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya