Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hediyanto W Husaini mengatakan, rencana semula akan selesai pada Oktober 2015, tapi karena ada 70 pilar di struktur seksi E2 tol akses Tanjung Priok tidak sesuai. Dia mengatakan, diperlukan Rp1,4 triliun untuk membongkar dan memasang 70 pilar tersebut.
"Perkiraan selesai pada pertengahan 2017. Karena adanya, jumlah pilar yang harus diperbaiki sekitar 70 an. Bukan pekerjaan yang mudah. Karena kan kondisi lalu lintas begitu padat. Untuk itu memerlukan dana sekira Rp1,4 triliun,"ucapnya di Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (29/7/2015).
Hardianto menjelaskan, waktu pembongkaran dan pemasangannya lama lantaran kondisi lalu lintas yang padat. Menurutnya, dalam kurun waktu dua bulan tersebut baru bisa menurunkan delapan pilar, itu pun dikerjakan mulai pukul 10 malam hingga jam 2 pagi.
Menurut Hediyanto, tol akses Tanjung Priok akan tertunda setahun sampai dengan 1,5 tahun dalam pembangunan hingga sempurna. "Oleh karena itu, pengerjaan pembongkaran dan pemasangan memerlukan waktu yang lama. Jika dilakukan di pagi hari, akan menghambat akses menuju pelabuhan kan,"ucapnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)