President Direktur Kristamedia Pratama Daud S Salim mengatakan, pameran ini diadakan secara berkesinambungan karena industri grafika merupakan industri yang kreatif. Artinya kreatif dengan karya tangan manusia yang tentu dikolaborasikan dengan teknologi.
"Jadi tanpa adanya kedua belah pihak, SDM yang mengerjakan dan dengan menggunakan teknologi hasilnya akan maksimal," tutur Daud kepada Okezone, dalam JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (8/10/2015).
Menurutnya, hampir semua industri tidak lepas dari cetak-mencetak, karena hasil cetak mempengaruhi kualitas dari barang yang ditampilkan dan merepresentasikan barang yang akan dijual. Oleh karena itu untuk kemasan yang tidak lepas dari cetak mencetak.
Untuk diketahui, All Print Indonesia ke-18 secara resmi telah dibuka. Pergelaran dilakukan 7-10 Oktober di Hall A, JIEXPO Kemayoran Jakarta. Pameran ini setiap tahunnya menampilkan teknologi cetak mencetak. Pameran ini khusus tahun ini diikuti 135 peserta dalam dan luar negeri. Pameran ini juga diikuti oleh perusahaan teknologi cetak mencetak digital dan konvensional serta ada juga pelaku industri LED. (mrt)
(Rani Hardjanti)