Patung Pancoran dan Cerita Pilu di Balik Pembangunannya

Rani Hardjanti, Jurnalis
Selasa 05 Januari 2016 16:01 WIB
Foto: Okezone
Share :

JAKARTA - Patung Pancoran atau dengan nama asli Monumen Dirgantara dibangun oleh Edhi Sunarso. Sang maestro menggarapnya hanya dalam kurun waktu satu tahun pada 1964-1965.

Namun ternyata pembangunannya tidaklah semudah membalikkan tangan. Ada kisah pilu di baliknya. Edhi adalah orang yang kerap diberikan kepercayaan Bung Karno, yang kala itu menjabat sebagai Presiden Indonesia. Kepercayaan yang diberikan karena Edhi mahir dalam membuat patung.

Perkenalan Edhi dengan Bung Karno berawal dari sebuah kompetisi pembangunan Tugu Semarang. Edhi menjadi juara dua mengalahkan peserta yang berasal dari 117 negara.

Saat peresmian Tugu Muda Semarang, Bung Karno mendatangi dan menjabat tangan Edhi memberikan selamat. Tentu hal itu membuat Edhi bingung. Setelah itu, Edhi mendapat beasiswa untuk belajar di India atas biaya Unesco.

Kala itu, Bung Karno berprinsip agar pembangunan negara, termasuk pendirian monumen, harus dikerjakan oleh anak bangsa. Tahun 1958, menjelang pelaksanaan Asian Games IV di Jakarta yang akan diselenggarakan pada tahun 1962, Bung Karno memanggil Edhi ke Jakarta dan memintanya mengerjakan patung perunggu setinggi sembilan meter.

Tentu permintaan itu mengejutkan Edhi, masalahnya ia belum pernah membuat patung dengan material perunggu. “Pak, jangankan sembilan meter, sembilan sentimeter pun saya belum pernah membuat patung perunggu. Bagaimana mungkin saya bisa melaksanakan pekerjaan ini?”, jawab Edhi dengan canggung.

Mendengar jawaban tersebut, Bung Karno dengan tegas berkata pada Edhi, “Hei, kau punya national pride ndak? Kau berani perang melawan Belanda, masak bikin patung saja ndak berani?”

Tahun 1964, Edhi mendapat tugas dari Bung Karno untuk membuat Monumen Dirgantara demi mengenang sifat kepahlawanan para pejuang Indonesia bidang kedirgantaraan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya